Tips Mengambil Foto di Jembatan Suramadu

Jembatan Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura selain itu juga menjadi salah satu jembatan terpanjang di Indonesia. Banyak yang tak ingin melewatkan momen berfoto-foto di tengah-tengah jembatan suramadu meskipun kegiatan tersebut dilarang oleh pengelola jembatan. Jadi jangan coba-coba untuk berfoto-foto di atas jembatan.

Nah ada tips buat yang mau berfoto-foto di jembatan suramadu dengan biaya yang murah dan yang pasti puas mau menggunakan gaya apapun.

Ketika saya ke surabaya bulan lalu saya berkesempatan untuk melihat jembatan terpanjang di Indonesia ini yang sebelumnya gagal karena hujan lebat. Namun Alhamdulillah kali ini cuaca cerah walaupun ada grimis sedikit tapi tidak mempengaruhi perjalanan saya menuju Jembatan Suramadu.

Sebetulnya tidak ada yang begitu istimewa di sini, tapi karena saya berasal dari jawa barat, tentu momentum ini tidak akan saya tinggalkan begitu saja. Yang penting bisa foto di suramadu dan tentunya Gratis karena pejalanan ini di sponsuri oleh Nokia Developer.

Menurut supir, untuk melintasi jembatan suramadu perlu tiket bolak-balik setidaknya Rp. 80.000, itupun hanya lewat. Menurut Guide saya, untuk melihat jembatan suramadu tidak perlu melintasinya, cukup ke pesisir Pantai dekat suramadu yang berada di surabaya saja.

Sesampainya di pesisir pantai (saya lupa pantai apa, yang jelas sangat dekat dengan suramadu) saya ditawari oleh seorang nelayan untuk menggunakan perahunya jika ingin melihat suramadu lebih dekat. Biayanya hanya Rp. 40.000 untuk 2 orang.

Baca Juga: Berwisata ke Lereng Merapi Jogja

Perjalanan menuju suramadu sekitar 30 menit, dan disana Anda dapat berfoto-foto dengan puas. Selain berfoto-foto, Anda juga dapat menangkap ubur-ubur!

Berikut dokumentasi foto di suramadu.
Tips Mengambil Foto di Jembatan Suramadu

Tips Mengambil Foto di Jembatan Suramadu 2

Yap, sekian tips dari saya, walaupun ini bukan wisata yang mengagumkan tapi lumayan untuk orang seperti saya, karena jarang-jarang keluar jawa barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *